Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Theme From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmiah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2014

Mengenal Lebih Dekat Semen Indonesia Melalui “ Wisata Green Industry ”

sumber (@berbenah_diri)

Tuban, 13 desember 2014

wisata ? Ya, kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya berwisata unik dengan tajuk “ Wisata Green Industry ”. Pada tau tidak apa itu Wisata Green Industry ? Ok, untuk yang belum tau saya akan menjelaskan sedikit apa itu wisata green industry.

Wisata Green Industry adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban pada tanggal 13 desember 2014 dengan menggandeng para pegiat sosial media untuk sharing bersama sekaligus mengenal lebih dekat PT. Semen Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti oleh komonitas blogger yang ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah dan juga peneliti lingkungan. Pada acara tersebut peserta diajak berkeliling melihat kegiatan produksi PT. Semen Indonesia ( Persero ) Tbk. Dari mulai penambangan bahan baku, proses pengolahan bahan baku, dan sampai tahap packing.

Dari acara tersebut saya sebagai peserta merasa terharu sekali, selain dari penyambutannya yang seperti menyambut tamu kehormatan, peserta juga di ajak melihat kegiatan-kegiatan perusahaan yang diluar proses produksi. Diantaranya kami diajak mengunjungi salah satu mitra usaha PT. Semen Indonesia ( Persero ) Tbk. Berupa unit usaha Handicraft yang berada di Kabupaten Lamongan sebagai wujud kepedulian perusahaan dalam pengembangan bangsa melalui pendampingan-pendampingan dan pemberian pinjaman modal usaha.
Semen Indonesia sebagai Perseroan yang awalnya bernama PT. Semen Gresik ( Persero ) Tbk. Yang diresmikan pada tahun 1957 oleh presiden pertama Indonesia Soekarno. Beberapa tahun terkhir Semen Gresik melebarkan sayap dengan melakukan akuisisi terhadap dua perusahaan lokal dan satu perusahaan luar negeri diantaranya PT. Semen Padang, PT. Semen Tonasa, dan Thang Long Cement Vietnam. Akuisisi itu diharapkan dapat menambah kapasitas produksi untuk menunjang kebutuhan semen nasional. PT. Semen Gresik ( Persero ) Tbk. Berubah nama menjadi PT. Semen Indonesia ( Persero ) Tbk. Tercatat pada tanggal 7 Januari 2013 hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan di Jakarta pada tanggal 20 Desember 2012.

PT. Semen Indonesia adalah perusahaan manufaktur dengan pengguanaan batu kapur ( Lime Stone) dan Tanah Liat ( Clay ) diantara bahan bakunya. Bahan baku tersebut di tambang dari area penambangan yang letaknya tidak jauh dari pabrik. Meskipun seperti itu, Semen Indonesia tidak semerta-merta hanya melakukan penambangan secara membabi buta. Semen Indonesia melalui bermacam penelitian dan dengar pendapat dari para ahli memperhitungkan benar peta lokasi penambangan supaya tidak merusak lingkungan, biota-biota, dan sumber mata air. Semen indonesia juga tidak meninggalkan lokasi pasca penambangan begitu saja, Semen Indonesia bekerjasama dengan Perhutani untuk melakukan penghijauan kembali dengan mengganti 1 pohon yang ditebang dengan 3 pohon baru di daerah lain. Tidak cukup berhenti disitu saja, Semen Indonesia menjadikan lahan bekas penambangan sebagai penampung air hujan saat musim hujan sehingga dapat digunakan oleh Masyarakat sekitar dan perusahaan ketika musim kemarau sebagai sumber pengairan.

Saya harap Semen Indonesia tetap menjaga komitmennya untuk tetap transparan, berperan membangun bangsa, dan tetap menjaga lingkungan. Terimakasih buat Semen Indonesia yang telah berkenan sharing bersama Para Pegiat Sosial Media. Semoga acara ini dapat ditiru oleh BUMN lain sebagai ajang Transparansi terhadap Masyarakat.

Senin, 01 Desember 2014

MENJAJAL SALAH SATU PENINGGALAN KOLONIAL DI UJUNG BARAT PULAU MADURA


MENJAJAL SALAH SATU PENINGGALAN KOLONIAL DI UJUNG BARAT PULAU MADURA


Bangkalan, 30 november 2014.
Diawali oleh kegiatan belajar bersama yang dilaksanakan Komunitas Studi Linux Pamekasan bersama Komunitas Blogger Plat-M di Kabupaten Bangkalan kemarin. Tercetuslah sebuah keinginan untuk menjajal salah satu peninggalan Belanda yang ada di Kabupaten Bangkalan. Wacana tersebut muncul pas selesainya acara, kami merasa kebingungan mencari destinasi wisata yang ada di Bangkalan. Maka dari itu saya menanyakan ke salah satu teman yang asli Bangkalan yakni Mas Isnain. Di rekomendasikanlah olehnya mercusuar yang ada di ujung Kabupaten Bangkalan, mercusuar Z.M.WILLEM.III namanya.
Tak mau buanag-buang waktu, kami langsung bergegas karena waktu menunjukkan sudah memasuki waktu Shalat Dzuhur. Jadi kami sepakati bahwa kami akan shalat dan makan siang sekaligus ziarah terlebih dahulu di makam Syaikhona Kholil, yang kebetulan searah dengan tujuan kami yakni mercusuar Z.M.WILLEM . III.
Setelah selesai istirahat, Shalat, dan Ziarah, waktu menunjukkan jam 13.00, maka kami langsung lanjutkan perjalanan karena kami harus balik ke Pamekasan pada hari itu juga. Kami menuju mercusuar Z.M.WILLEM.III dengan bantuan teknologi pemetaan besutan GOOGLE, yakni GOOGLE MAPS. Ya, sebab tak seorangpun dari kami yang tau dimana mercusuar Z.M.WILLEM.III itu berada. Kurang lebih 30 menit perjalanan dari Wisata Religi Makam Syaikhona Kholil, sampailah kami di Desa Ujung Piring, nama Desa dimana mercusuar Z.M.WILLEM.III itu berada.

Mercusuar Z.M.Willem.III konon merupakan salah satu peninggalan Kolonial Belanda yang ada di Kabupaten Bangkalan, tercatat semenjak tahun 1878. Bangunan ini berdiri menjualang dengan 17 lantai, kira-kira tingginya 90 meter, dengan keseluruhan bangunan terbuat dari besi, mulai dari tangga, jendela, sampai dinding-dinding terbuat dari besi. Dari ujung mercusuar kita dapat melihat dengan leluasa lalu-lalang kapal-kapal dagang besar, dan indahnya matahari sore di Selat Madura. Mercusuar Z.M.Willem ini berada di  Kabupaten Bangkalan tepatnya 7 KM ke arah selatan dari pusat Kabupaten, tepatnya di Desa Ujung Piring, Kecamatan Bangkalan. Terus terang banyak hal yang masih saya belum ketahui tentang bangunan peninggalan Belanda ini, sebab di lokasi itu masih minim media informasi yang dapat di akses oleh pengunjung, padahal banyak pengujung yang ingin mengetahui lebih banyak cerita, dan filosofi tentang mercusuar peninggalan kolonial ini.
Yang tak kalah serunya, ada satu kisah kemarin yang membuat saya malu terhadap diri saya sendiri. Pada waktu itu setelah saya turun dari mercusuar karena sudah tidak kuat, maklum saya takut akan ketinggian. Pada pas itu saya ketemu dengan ibu-ibu yang dengan tiba-tiba bertanya kepada saya “ dari mana dek ?“ saya jawab saja meski saya sedikit kaget “dari pamekasan bu”, lantas ibu-ibu tadi hanya menjawab “ ohh”. saya tanya balik ibutadi “ ibu sendiri dari mana? “ ibu itu menjawab “saya dari surabaya dek , saya sudah ketujuh kalinya kesini” setelah itu ibu tadi langsung beranjak pergi. Mendengar jawaban ibu tadi saya terkejut dan muncul rasa malu di hati saya. Saya orang madura tapi saya baru pertamakalinya datang kesini. Kata-kata ibu tadi menjadi motivasi bagi saya agar saya lebih mencintai dan menghargai wisata-wisata yang ada di Madura.
Cerita diatas semoga dapat menginspirasi dan menyadarkan kembali para pembaca, bahwa madura itu kaya, Kaya akan Budaya, Filosofi, Wisata, Dll.

Sabtu, 08 Maret 2014

Direktori Gratis

Salam sahabat-sahabat blogger dimanapun kalian berada. kali ini saya ingin berbagi pengalaman pribadi saya betapa perlunya belajar SEO (Search Engine Optimization ) untuk para blogger. dalam proses pembelajaran saya ada tutor yang bilang bahwa salah satu penunjang blog atau web kita memiliki rating yang baik dan ada di halaman awal pada search engine adalah melakukan direktori pada situs-situs lain. ada banyak situs direktori mulai yang gratis sampai yang berbayar. yang berbayar diantaranya direktori yahoo dimana setiap tahunnya diharuskan membayar yang menurut saya cukup menguras kantong. namun jangan kwatir, saya punya refrensi direktori gratis yang harus anda coba. langsung saja, Diriktori Blog Indonesia merupakan direktori yang free. saya merekomendasikan temen-temen blogger yang memerlukan direktori gratis maka pakailah Diriktori Blog Indonesia. sekian rekomendasi saya untuk temen-temen blogger sekalian.

Rabu, 29 Januari 2014

Anak-anak Songennep Tempo Doeloe, Penjaga Warisan Leluhur

Di era super modern seperti saat ini ternyata masih ada sekumpulan masyarakat yang masih sangat peduli akan budaya dan tradisi asli daerahnya. Di ujung paling timur pulau madura ada sekumpulan pemuda-pemuda yang sangat berantusias dalam melestarikan, menjaga, dan mengedukasi masyarakat Sumenep lainnya agar turut serta menjaga situs-situs budaya peninggalan nenek moyang.
Mereka sekumpulan pemuda-pemuda yang sangat jeli menurut saya, kenapa? Soalnya mereka sangat pintar memanfaatkan teknologi yang sudah mewabah pada seluruh lapisan masyarakat seperti sekarang ini. Mereka menjadikan teknologi sebagai wadah dalam kegiatan edukasi sekaligus wadah untuk mengajak masyarakat lainnya untuk ikut serta dalam melestarikan situs-situs yang ada di Kabupaten Sumenep pada khususnya. Contohnya mereka dengan jelinya tahu bahwa media sosial seperti FACEBOOK termasuk diantara media sosial yang sangat digandrungi pada saat ni, mereka membuat group media sosial dengan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh media sosial FACEBOOK. Mereka memberi nama Group sosial tersebut dengan nama “ Songennep tempo doeloe “, yang ternyata nama itu merupakan nama dari komunitas mereka. Dan sampai saat ini anggotanya mencapai 2.666 akun facebook.
Saya sendiri tau bahwa di ujung timur pulau Madura ternyata ada komunitas pecinta sejarah kira-kira 10 hari yang lalu melaului group sosial yang mereka buat. Saya akui halaman depan dari group sosial ini yang membuat saya tertarik untuk mengunjungi group sosial ini. Tidak menuggu lama saya langsung mengirim permintaan untuk bergabung menjadi anggota group. Selang berapa hari ternyata permintaan saya diapprove oleh teman-teman pengurus dari group sosial Songennep Tempo Doeloe. Setelah saya dapat pemberitahuan bahwa permintaan saya diterima, saya langsung mencari siapa orang yang menjadi pengurus di group sosial ini untuk sekedar saya tanyai apa motivasi mereka membuat group sosial ini.
Saya temukan 6 akun FACEBOOK yang terdaftar sebagai pengurus di group sosial Soengennep Tempo Doeloe. Saya mengirimkan pertanyaan saya kepada tiga akun pengurus yang saya pilih secara acak. Dua akun membalas pesan saya dan satunya mungkin masaih belum sempat smembalas pertanyaan saya itu. Dari dua akun tersebut (Hairil Anwar, Mpu Gati) saya sudah bisa dapat gambaran tentang apa motivasi dan tujuan komunitas dibentuk ini.
Komunitas Songennep Tempo Doeloe ini memiliki pengurus 10 pemuda hebat yang senangtiasa berkomitmen untuk selalu menjaga situs-situs peninggalan leluhur, mereka memiliki tempat kepengurusan di Jln. KH. Agus Salim Pangarangan Kabupaten Sumenep. Mereka tidak jarang melakukan blusukan (datang langsung) untuk melihat situs-situs yang ada di Kabupaten Sumenep dengan tujuan agar mereka dapat mengetahui secara jelas keadaan situs-situs yang mereka jaga itu. Sungguh hebat sekali pemuda-pemuda ini !
Saya sebagai orang yang lahir dan besar di pulau Madura sangatlah bangga mengetahui ada sekumpulan masyarakat yang masih peduli akan situs-situs yang ditinggalkan oleh para leluhur.
Saya sendiri sebenarnya orang asli Kabupaten Pamekasan, saya kagum dan simpatik melihat keteguhan mereka dalam melestarikan dan mengajak masyarakat luas untuk ikut melestarikan situs-situs yang ada di daerahnya.

Saya sangat ingin sekali melaui tulisan saya ini dapat menginspirasi pemuda-pemuda di Pamekasan pada khususnya, dan masyarakat Madura pada umumnya agar dapat juga mencintai, dan turut serta menjaga situs, budaya dan taradisi yang ada di tanah Madura tercinta ini.

Terimakasih atas upaya yang kalian lakukan, dan tetap semangat pemuda-pemuda hebat Madura !




Minggu, 22 Desember 2013

Arti seorang ibu

                Pada 18 september 20 tahun yang lalu aku lahir dari rahim seorang wanita yang aku sebut “ibu”. Ibu adalah satu-satunya orang yang pertama kali akan memarahiku ketika aku berbuat salah, namun juga satu-satunya orang yang pertamakali akan memaafkanku ketika aku salah, itulah ibuku.                                 
                “Subaidah” adalah nama ibuku yang Tuhan berikan kepadaku untuk menjadi sosok wanita yang paling mengasihiku. Dia lahir pada bulan Syawal dan meutup usia pada bulan Syawal pula. Dia menghabiskan waktu bugarnya hanya untuk menafkahi dan mengayomiku. Aku akan menjadi anak yang berbakti dan menjunjung tinggi nilai moralitas keislaman, mungkin adalah harapan yang menjadi doa-doanya yang ia lantunkan tatkala ia tak disibukkan dengan kegiatan-kegiatan mencari sesuap nasi untukku anaknya.
                Nama “Subaidah” menjadi nama yang sekarang tertulis di batu nisan berukurang 30x60 cm. Mengenang adalah sesuatu yang bisa aku lakukan sekarang ini ketika aku merindukannya. Rasa sedih karena kehilangannya seringkali menjadi moment yang paling aku takuti. Namun sebagai anak yang telah dibesarkannya aku hanya dapat mengubah rasa sedih itu menjadi doa agar selalu yang terbaik yang Tuhan berikan untuk dirinya. Tidak banyak yang bisa aku lakukan sekarang, namun aku yakin itu adalah sesuatu yang dia harapkan dari anak-anak yang dia besarkan dengan jerih payah dan kasih sayang yang sungguh-sungguh tanpa menuntut harga ataupun hadiah.
                “ Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia ”. Itulah lirik lagu ciptaan SM. Muchtar yang menurutku benar-benar realita. Oleh sebab itu aku berharap untuk teman-teman yang membaca tulisanku ini untuk tetap menghormati ibu kita apapun itu permasalahannya. Tidak ada namanya “ bekas anak” ataupun “bekas orang tua”, kita tidak akan pernah berhenti menjadi anak sampai kapanpun. Aku sempat berbincang-bincang dengan salah satu temanku yang bernama Wahyu Ira, kita berbincang-bincang via SMS dengan topik “ Kapan kita akan berhenti menjadi anak  ?“, dan dia berpendapat bahwa predikat “ anak” tidak akan pernah pupus meski dengan alasan apapun. Malah status “anak” itu akan bertambah dengan status baru yakni status “orang tua” tanpa menghapus status “anak” itu sendiri. Dan itu aku sangat setuju sekali.
                Jangan pernah kalian beranggapan akan bisa membayar tetes demi tetes keringat seorang ibu dengan uang atau harta yang melimpah. Kalian menjual dunia dan seluruh isinya tidak akan pernah bisa menggantikan segala jerih payah ibu kita.

                Untuk teman-teman yang masih mempunyai ibu untuk sekedar meminta solusi dari setiap masalah-masalah kalian, sudahkah kalian membahagiakannya? Sudahkah kalian membuat Dia tersenyum bangga akan prestasi kalian?.

Jumat, 05 Oktober 2012

LANGKAH AWAL DALAM PEMBUATAN KARYA TULIS ILMIAH

 Oleh :
alif abrori

A. Pendahuluan.
            Suatu karya tulis ilmiah berkaitan dengan suatu karya tulis yang dihasilkan dari suatu penelitian yang merupakan hasil temuan seseorang yang dibuat berdasarkan suatu metode penelitian tertentu yang dilakukan sebagai suatu upaya untuk mendapatkan suatu kebenaran.
Prof. Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa pada umumnya manusia memiliki sifat untuk mencari kebenaran, dimana dalam usahanya untuk mencari kebenaran tersebut, manusia dapat menempuh berbagai macam cara, baik yang dianggap sebagai usaha yang tidak ilmiah, maupun yang dapat dikualifikasikan sebagai kegiatan ilmiah.[3]
Di kalangan masyarakat ilmiah dalam hal ini dunia pendidikan tinggi, hampir dapat dipastikan akan bersinggungan dengan kegiatan penulisan karya tulis ilmiah. Namun seringkali sebagian orang membayangkan akan adanya hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam mengawali serta membuat suatu karya tulis ilmiah. Perasaan sulit untuk mengawali dan menentukan suatu karya tulis ilmiah tersebut, sering kali dialami oleh banyak mahasiswa. Meskipun tidak menutup kemungkinan banyak pihak lain yang mengalami hal yang sama. Sangat disayangkan apabila asumsi bahwa membuat karya tulis ilmiah adalah sulit, dijadikan alasan bagi mahasiswa maupun banyak pihak untuk menghindari membuat suatu karya tulis ilmiah.
            Apabila ditelusuri lebih lanjut, dapat dipahami bahwa dalam pembuatan suatu karya tulis ilmiah akan lebih mudah apabila seseorang terlebih dahulu mencoba untuk mengetahui langkah awal apakah yang harus dilakukan olehnya. Artinya Seseorang harus menentukan langkah awal dalam membuat suatu karya tulis ilmiah. Langkah awal yang dimaksud adalah dengan berupaya mengetahui mengenai latar belakang munculnya keinginan untuk membahas suatu permasalahan, kemudian mencoba merumuskan masalah serta menentukan tujuan dari dilakukannya penelitian terhadap permasalahan tersebut.
            Dengan demikian, perlu untuk diketahui lebih lanjut, kiat atau upaya apakah yang perlu diketahui dalam menentukan latar belakang, merumuskan masalah hingga menetapkan tujuan penelitian tersebut, sehingga dapat mempermudah seseorang untuk menentukan langkah awalnya dalam membuat atau menulis suatu karya tulis ilmiah.

B. Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Pembuatan Suatu Karya Tulis Ilmiah.

            Sebelum membahas secara teori, perlu untuk diketahui adanya beberapa hal yang menjadi perhatian utama dalam memulai pembuatan suatu karya tulis ilmiah, diantaranya:
  1. Penulis harus melakukan beberapa kegiatan sebelum membuat suatu tulisan ilmiah, diantaranya menentukan tema yang akan dijadikan patokan dalam menulis sekaligus melakukan penggalian data awal.
  2. Mencoba menganalisis data awal yang diperoleh pada kegiatan sebelum menulis sehingga dapat dijadikan suatu latar belakang yang baik bagi pembuatan karya tulis ilmiah tersebut.
  3. Merumuskan masalah berdasarkan latar belakang tersebut.
  4. Menentukan tujuan, manfaat maupun ruang lingkup tulisan, dan pada akhirnya merumuskan atau menentukan judul tulisan yang mewakili permasalahan yang akan dibahas.

Ad.1. Kegiatan yang perlu dilakukan sebelum membuat tulisan ilmiah.

            Langkah pertama yang harus dilakukan seseorang apabila hendak menulis suatu tulisa ilmiah adalah menentukan tema dari suatu tulisan tersebut. Ada kalanya dalam mengikuti suatu lomba karya tulis ilmiah, tema tulisan telah ditentukan oleh panitia  lomba. Apabila telah ditentukan, akan lebih mengarahkan si penulis dalam membuat suatu karya ilmiah. Sebaliknya, apabila belum ditentukan tema tulisan seperti dalam hal penulisan skripsi, maka penulis mendapat kebebasan dalam menentukan sendiri tema tulisan yang disukainya ataupun yang lebih dimengerti olehnya. 
            Langkah berikutnya, apabila telah ditentukan tema yang akan diteliti, maka penulis harus melakukan penggalian data awal dengan cara mencari informasi mengenai tema yang akan diteliti atau ditulis. Prof. Suharsimi Arikunto menjelaskan ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi, yakni didasarkan pada 3 obyek yang berupa tulisan-tulisan dalam kertas (paper), manusia (person) dan tempat (place).[4] Untuk mempermudah mengingatnya dapat disingkat Tiga P (Three P).
            Adapun yang dimaksud dengan Tiga P tersebut adalah : [5]
  1. Paper : membaca dokumen, buku-buku, majalah,surat kabar atau bahan tertulis lainnya, baik berupa teori, laporan penelitian atau penemuan sebelumnya.
  2. Person : bertemu, bertanya dan berkonsultasi dengan para ahli atau manusia sumber.
  3. Place : Tempat, lokasi atau benda-benda disekitar yang terdapat di tempat penelitian. Artinya melihat dan mengamati fakta yang ada disuatu tempat atau lingkungan sekitar.  

Biasanya, berdasarkan ketiga obyek tersebut (tidak harus ketiga obyek tersebut, karena mungkin saja hanya melalui salah satu obyek dari Tiga P tersebut seseorang mendapatkan data awal yang dianggapnya cukup), seorang penulis dapat menggali data yang diperlukan dalam memulai suatu penulisan karya ilmiah. Akan sangat sulit bagi seseorang untuk menulis suatu karya ilmiah jika tidak memiliki data awal yang akan dipaparkan dalam bagian latar belakang, hal ini dikarenakan data awal akan menunjukkan betapa pentingnya suatu tulisan tersebut sehingga menggambarkan suatu latar belakang yang menjadi dasar dalam merumuskan suatu permasalahan.

Ad.2. Menganalisis data awal untuk dijadikan latar belakang tulisan.

            Data awal yang didapat melalui pengumpulan informasi berdasarkan obyek tertentu, (dalam hal ini baik melalui Paper, Person ataupun Place), kemudian dicoba untuk dianalisis. Apabila masuk ke tahap ini, maka untuk mempermudah menganalisisnya, perlu ditentukan bahwa data awal tersebut dapat dibagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.
            Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari masyarakat[6]. Biasanya merupakan fakta, fenomena, kasus yang didapat langsung dari lapangan, termasuk informasi langsung dari masyarakat, kebiasaan yang muncul dihadapan penulis, ataupun kasus hukum yang terjadi disekitar. Singkatnya merupakan suatu data yang belum diolah.
            Sedangkan data sekunder merupakan data yang telah diolah, mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku, hasil penelitian yang berwujud laporan, buku harian  termasuk dokumen pribadi dan data sekunder yang bersifat publik seperti data arsip dan data resmi lainnya.[7]
             Apabila kedua data telah ditentukan, maka langkah berikutnya adalah menganalisis dengan cara melakukan perbandingan, mencari hubungan atau korelasi antar data ataupun mencari kesenjangan antara data yang didapat. Sistem menganalisis ini tidak terlepas dari logika berpikir yang digunakan oleh si penulis, apakah akan menggunakan logika deduktif (dari luas ke sempit) atau secara induktir (dari sempat ke luas). Apabila telah ditentukan logika berpikirnya, akan mempermudah pula dalam menganalisis. Setelah dianalisis, biasanya akan muncul motivasi dari si penulis serta alasan dipilihnya tema permasalahan tersebut. Pada akhirnya, diujung penulisan latar belakang, akan dijelaskan harapan yang ingin dicapai oleh seorang penulis melalui karya ilmiah tersebut.
            Berikut gambaran membuat latar belakang berdasarkan logika berpikir yang dipilih untuk digunakan oleh si penulis :
 
Skema membuat latar belakang
Logika berpikir yang digunakan






 


Deduktif                                                                                               Induktif
(dari luas ke sempit)                                                                  (dari sempit ke luas)
(dari teori ke fakta)                                                                   (dari fakta ke teori)


Membuat pemaparan                                                                Membuat pemaparan
Secara teoritis                                                                           berdasarkan fakta
(dari UU dll)                                                                             atau kasus
           

pemaparan berupa                                                                    pemaparan secara
kasus, fenomena                                                                       teoritis (UU & teori2)

           
                                                     Ada analisis

Memuat motivasi (motif) si peneliti serta alasan memilih variabel judul

Menjelaskan harapan yang ingin dicapai


           


Secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa dalam membuat suatu latar belakang perlu diketahui beberapa hal berikut ini :
  1. Latar belakang merupakan suatu gambaran ringkas tema dari penelitian atau tema tulisan.
  2. Latar belakang dapat dibuat dengan mendasarkan pada kenyataan yang terjadi dilapangan, berupa fenomena, kasus, data dan fakta (Das sein) serta berdasarkan keadaan yang sebaiknya atau seharusnya terjadi menurut teori atau peraturan (Undang-Undang) yang berlaku. (Das sollen)
  3. Latar belakang harus memuat motivasi penulis yang dibuat setelah membandingkan dan menganalisis ke dua hal tersebut pada point 2.
  4. Latar belakang juga harus menjelaskan alasan memilih tema dan judul tulisan, baik alasan sesuai bidang ilmi maupun berdasarkan faktor yang menarik dari permasalahan tersebut.
  5. Latar belakang juga harus memaparkan hal yang diharapkan untuk didapat dari hasil tulisan atau penelitian tersebut.

Ad.3. Merumuskan masalah berdasarkan latar belakang.
             Prof. Soerjono Soekanto menyatakan bahwa suatu masalah sebenarnya merupakan suatu proses yang mengalami halangan didalam mencapai tujuannya. Biasanya halangan tersebut hendak diatasi, dan hal inilah yang antara lain menjadi tujuan suatu suatu penelitian.[8] Meskipun demikian, dalam pemilihan masalah tetap perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya :[9]
  1. Kemampuan penulis, dalam hubungannya dengan penguasaan teoritis dan metodologis.
  2. Fasilitas yang tersedia, terutama dana dan waktu
  3. Kemungkinan memperoleh data yang ada harus kuat.
  4. apakah masalah yang hendak diteliti itu penting dan berfaedah bagi negara, masyarakat dan ilmu pengetahuan.

Secara garis besar, merumuskan permasalahan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Antara lain :
  1. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.
    1. Permasalahan dibuat untuk mengetahui atau mendeskripsikan suatu fakta, fenomena atau peristiwa hukum.
    2. Permasalahan dibuat untuk mencari hubungan antara dua hal atau dua fenomena maupun data.
    3. Permasalahan dibuat dengan cara membandingkan kedua hal atau fenomena maupun data yang ada.
  2. Berdasarkan teori dasar hukum.
Untuk merumuskan masalah di bidang hukum, biasanya akan lebih mudah apabila lebih ditujukan untuk mempermasalahkan atau menentukan “bagaimana” atau “mengapa”  subyek hukum, obyek hukum (hak dan kewajiban), hubungan hukum, peristiwa hukum maupun akibat hukum terhadap fakta ataupun teori yang ditemukan pada data awal.
  1. Cara lain yang lebih sederhana, yaitu dengan cara mempertemukan antaran :
    1. Das sollen dengan das sollen (teori dengan teori)
    2. Das Sein dengan das sollen (fakta dengan teori)
    3. Das Sein dengan das sein (fakta dengan fakta).

Berikut ini contoh menggunakan cara yang sederhana dalam mengidentifikasikan suatu permasalahan sekaligus merumuskan suatu masalah dengan berdasarkan data awal yang telah dikumpulkan sebelumnya.

 Contoh  1.
Diringkas dari skripsi milik Ainal Ikram (Mahasiswa Fakultas Hukum Unsri Angkatan 1998)  dengan judul : Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Hak atas Domain Name ditinjau dari aspek HaKI.
 















IDENTIFIKASI PERMASALAHAN:
 Banyaknya kasus yang menyalahgunakan penggunaan domain name mengindikasikan bahwa nama domain merupakan obyek hukum yang harus dilindungi, terutama sebagai hasil karya intelektual manusia, maka perlu perlindungan hukum melalui HaKI
 
 





 







Contoh 2
Diringkas dari Karya ilmiah milik Agus Kurniawan (Mahasiswa Fakultas Hukum Angkatan 1999) dengan Judul : Perlindungan Rempah-Rempah Indonesia dari Praktek Biopiracy menurut sistem hukum HaKI
 

























            Adapun hal-hal yang berkaitan dengan perumusan masalah ini, maka kiat yang perlu diperhatikan dalam membuat atau merumuskan masalah, antara lain :
  1. Perumusan masalah merupakan rangkaian kata yang membentuk kalimat yang mengungkapkan pilihan masalah (kesenjanagan antara data yang dimiliki) yang diambil oleh penulis untuk diteliti.
  2. Gunakan kata-kata yang sederhana dengan konsep yang jelas, tidak mengandung makna ganda dan tidak bombastis
  3. Gunakan kata tanya yang efektif, tidak wajib menggunakan tanda tanya dibelakang kalimat.
  4. Perumusan masalah harus sesuai dengan tema, fokus dan variabel tulisan, jangan melebar.
  5. Sudut pandang ilmu yang dikaji jelas terlihat pada rumusan masalah tersebut.

Apabila masih mengalami kesalahan dalam merumuskan masalah, maka hal tersebut mungkin terjadi dikarenakan : [10]
  1. Mengumpulkan data tanpa perencanaan yang terinci
  2. Mengambil data yang sudah tersedia dan berusaha untuk memaksakan perumusan masalahnya.
  3. Merumuskan tujuan secara umum dan meragukan sehngga interprestasi hasil dan kesimpualn tidak sahih (valid).
  4. Tidak menyebutkan batasan (limitation) dalam pendekatannya, baik diungkapkan secara eksplisit maupun implisit, yang berguna untuk membatasi kesimpulan dan penerapannya pada situasi lain.

Ad.4. Menentukan tujuan, manfaat maupun ruang lingkup suatu tulisan.

            Apa yang hendak dicapai dalam suatu penelitian maupun tulisan, hendaknya dikemukakan dengan jelas dan tegas. Perlu pula diingat bahwa antara masalah, tujuan dan kesimpulan yang kelak diperoleh harus sikron. Artinya tujuan dibuat berdasarkan rumusan permasalahan, dan ini berkaitan erat dengan kesimpulan yang ingin dibuat.
            Jika masalah dirinci menjadi 4 (empat) hal maka tujuan penelitian harus meliputi keempat hal tersebut dan pada akhirnya dari keempat hal tersebut akan diperoleh kesimpulan yang meliputi keempat hal tersebut.[11]
Selanjutnya terhadap manfaat yang hendak dicapai, perlu diketahui bahwa manfaat harus dibuat dengan memperhatikan dua aspek yaitu aspek teoritis ( manfaat yang timbul dari penelitian bagi ilmu yang dikaji) dan aspek praktis (manfaat yang timbul dari penelitian melalui aplikasi ilmu yang bersaangkutan seperti ditujukan kepada pemerintah, atau instansi maupun masyarakat yang bersangkutan secara khusus).
Manfaat tulisan dapat berfungsi untuk membantu merumuskan saran pada penelitian atau karya tulis, karena melalui manfaat, penulis mempunyai batasan terhadap apa yang menjadi solusi bagi permasalahan. 
Sementara penentuan ruang lingkup sangat dibutuhkan, terutama apabila judul yang dibuat terlalu singkat, ataupun motif dari penuis masih abstrak. Diharapkan melalui penentuan ruang lingkup ini akan mempermudah si penulis dalam menentukan ruang gerak serta batasan pembahasan agar tidak melebar dari tujuan penulisan.

Demikianlah 4 (empat) hal yang dapat dijadikan pedoman, kiat ataupun cara untuk menentukan langkah pertama dalam membuat suatu tulisan ilmiah. Apabila si penulis telah mampu menentukan langkah awal tersebut, barulah dapat ditarik suatu variabel yang mewakili latar belakang maupun rumusan masalah dan tujuannya, yang dikenal sebagai Judul Tulisan. Meskipun secara teori, judul harus ditulis paling duluan, namun secara praktek, munculnya judul dapat dibuat belakangan setelah si penulis dapat menentukan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penulisan.
Hal-hal yang mungkin perlu diperhatikan dalam menentukan judul adalah :
  1. Judul penelitian dibuat harus menggambarkan atau mewakili permasalahan, dapat dirumuskan secara ringkas singkat dan jelas atau dapat pula selengkap mungkin.  Judul yang ditulis lengkap dimungkinkah apabila benar-benar ingin mewakili permasalahan. Secara garis besar, judul penelitian yang lengkap adalam mencakup :
    1. Sifat dan jenis penelitian
    2. Obyek yang diteliti
    3. Subyek penelitian
    4. Lokasi atau daerah penelitian.
  2. Judul harus menggambarkan pentingnya masalah yang akan diangkat..
  3. Judul harus menarik minat pembaca
  4. Judul harus memuat variabel-variabel yang mendukung, melengkapi atau dapat pula mandiri.

Apabila  telah berhasil menjalani langkah awal ini, kemudian berhasil menentukan judul yang tepat, maka penulis dapat menggunakan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penulisan yang telah dibuat dan ditentukan untuk menggunakan metode penelitian yang tepat guna mendapatkan jawaban atas rumusan permasalahan tersebut.
Patut pula untuk diingat, bahwa dalam menentukan tulisan yang akan dibuat, si penulis harus tetap memperhatikan beberapa hal berikut ini :
1.        Tulisan harus asli atau original. Bukan jiplakan dari milik orang lain, dan harus jujur dalam mencantumkan kutipan yang digunakan selama penulisan.
2.        Tema tulisan merupakan minat utama dari si penulis. Hal ini untuk mempermudah meningkatkan semangat serta memunculkan motivasi yang kuat guna menyelesaikan penulisan hingga dicapai apa yang diinginkan.
3.        Tulisan tersebut mempunyai manfaat, baik bagi si penulis maupun secara umum (keilmuan).
4.        Penelitian mengenai tema tulisan tersebut harus dapat dilaksanakan (bukan hal yang mustahil untuk diteliti atau tidak terlalu menyulitkan bagi si penulis)
5.        Penelitian dapat dilaksanakan, tergambar atau terlihat dari ada tidaknya faktor yang mendukung, seperti fasilitas kepustakaan, informan, maupun birokrasi yang akan dihadapi.

C. Kesimpulan
            Berdasarkan apa yang telah dibahas sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk mempermudah dalam menulis suatu karya tulis ilmiah maka seorang penulis harus dapat menentukan langkah awal yang harus diambil dalam memulai suatu tulisan, yakni penulis harus melakukan beberapa kegiatan sebelum membuat suatu tulisan ilmiah, diantaranya menentukan tema yang akan dijadikan patokan dalam menulis sekaligus melakukan penggalian data awal, kemudian menganalisis data awal yang diperoleh pada kegiatan sebelum menulis sehingga dapat dijadikan suatu latar belakang yang baik bagi pembuatan karya tulis ilmiah tersebut. Selanjutnya merumuskan masalah berdasarkan latar belakang tersebut. Terakhir menentukan tujuan, manfaat maupun ruang lingkup tulisan, dan pada akhirnya merumuskan atau menentukan judul tulisan yang mewakili permasalahan yang akan dibahas.
            Apabila langkah awal tersebut telah dilaksanakan, maka akan lebih mudah bagi si penulis untuk menindaklanjuti penulisan karya ilmiahnya, dengan menentukan judul serta memperhatikan ketentuan dalam membuat suatu tulisan. Baru kemudian mencoba menentukan metode ilmiah yang bagaimanakah yang tepat digunakan terhadap latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penulisan yang telah ditentukan tersebut. 

D. Daftar Pustaka

Ainal Ikram. 2003. Skripsi (karya ilmiah yang tidak dipublikasikan). Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Hak atas Domain Name Ditinjau dari Aspek HaKI. FH Unsri : Inderalaya
Agus Kurniawan. 2003. (Karya ilmiah yang diperlombakan dalam Mahasiswa Berprestasi 2003).  Perlindungan Rempah-Rempah Indonesia dari Praktek Biopiracy Menurut Sistem Hukum HaKI. FH Unsri : Inderalaya.
Maria. S. W. Sumardjono. 1989. Pedoman Pembuatan Usulan Penelitian. Yogyakarta:  Lembaga Penelitian UGM.
Soerjono Soekanto. 1986. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta. :UI Press
Suharsimi Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
 
D